berita     April 9, 2020

Kartu Prakerja, Program Bantuan untuk Meringankan Dampak COVID-19

Dalam rangka meringankan dampak dari pandemik COVID-19 yang dirasakan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan, Pemerintah Republik Indonesia menaikkan anggaran Kartu Prakerja di APBN yang awalnya Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Program Kartu Prakerja akan membuka pendaftaran dengan kuota untuk 164 ribu orang per-minggunya, untuk menyasar sekitar 5,6 juta pendaftar selama tahun 2020.

Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi dan peningkatan produktivitas melalui bantuan biaya pelatihan yang diberikan kepada semua WNI yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang sekolah/kuliah serta mereka yang terkena dampak langsung dari COVID-19.

Bantuan yang diterima dalam program ini adalah senilai Rp3,55 juta yang terdiri dari biaya pelatihan Rp1 juta, insentif pasca pelatihan sebesar Rp600 ribu selama 4 bulan (Rp2,4 juta), dan insentif survei kebekerjaan Rp50 ribu sebanyak 3 kali (Rp150 ribu).

Jenis pelatihan yang dapat diambil dalam program Kartu Prakerja di masa pandemik COVID-19 adalah yang berbasis daring. Platform digital yang bekerja sama dengan program Kartu Prakerja sampai saat ini antara lain: Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Bagi #SahabatInfra yang ingin mendaftar program Kartu Prakerja ini, dapat langsung mengunjungi situs web resmi Kartu Prakerja di https://www.prakerja.go.id untuk melakukan pendaftaran dengan mempersiapkan informasi seperti data diri, NIK, nomor HP, email dan sebagainya. Menurut siaran pers yang terdapat pada situs web tersebut, pendaftaran akan dimulai pada Sabtu, 11 April 2020.

Related Posts