berita     July 10, 2020

Pulihkan Ekonomi akibat Pandemi, Pemprov Jabar Pinjam Rp1,4 Triliun ke SMI

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan untuk meminjam dana Rp1,4 triliun kepada PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI (Persero). Pinjaman daerah ini sebagai salah satu langkah untuk memulihkan ekonomi Jabar yang terdampak pandemi Covid-19.

Gubernur Ridwan Kamil menuturkan, pertumbuhan ekonomi di Jabar ditopang empat sektor, yakni ekspor, daya beli, investasi, dan belanja pemerintah. Pandemi Covid-19 menjadikan sektor ekspor, investasi, dan daya beli padam.

Karena itu, kata dia, harapan Jabar hanya pada belanja pemerintah jika ingin ekonomi benar-benar pulih.

“Nah, kalau belanja pemerintah juga padam, ekonomi kami berhenti, minus, dan kembali laginya itu susah,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil dalam Webinar Leader Talk iNews bertajuk “Pemulihan Ekonomi Jawa Barat saat New Normal”, Kamis (9/7/2020).

Mantan Wali Kota Bandung ini menuturkan, Pemprov Jabar saat ini berjuang keras agar pertumbuhan ekonomi bisa berada di warna oranye. Ditargetkan ekonomi dapat tumbuh 2-3 persen.

Emil menjelaskan, ketika ekspor, daya beli dan investasi berhenti, perlu dipikirkan cara agar ekonomi dapat bergerak. Salah satu jalan yakni dengan melakukan pinjaman daerah.

“Maka kesimpulannya kami harus pinjam uang. Kami sedang melakukan pinjaman daerah Rp1,4 triliun ke SMI. Dana itu untuk mengembalikan ke Bogor, ke Karawang, yang sempat dipotong karena Covid-19, untuk refocusing,” tutur dia.

Selain Emil, hadir sebagai narasumber dalam webinar ini yaitu Wali Kota Bogor Bima Arya, Bupati Kerawang Cellica Nurrachadiana, dan Pengamat ekonomi Acuviarta Kartabi.

Cellica menuturkan, pandemi Covid-19 telah memukul sektor-sektor ekonomi di Karawang. Sektor paling terdampak yakni industri. Salah satu imbasnya, 1.276 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 50.000 lainnya dirumahkan dengan gaji 50 persen.

Namun, tidak semuanya terpukul. Sektor pertanian termasuk paling stabil. Selain itu, kelautan dan perikanan juga relatif tidak terdampak. “Sempat turun, namun sekarang sudah stabil lagi,” kata dia.

Sumber: inews.id

Related Posts