berita     July 28, 2020

SMI Prediksi Ekonomi Indonesia Minus 1,13% hingga 0,82% di 2020

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan terkontraksi antara minus 1,13 persen hingga minus 0,82 persen. Ekonomi Indonesia mengalami tekanan akibat pandemi covid-19.

“Kami di PT SMI memproyeksikan dengan skenario pesimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 1,13 persen dan skenario optimistis sebesar minus 0,82 persen,” kata Kepala Ekonom PT SMI I Kadek Dian Sutrisna Artha dalam webinar economic update dengan tema ‘Wajah Perekonomian Indonesia Pada Era New Normal’ di Jakarta, Senin, 27 Juli 2020.

Prediksi pertumbuhan ekonomi dari PT SMI lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Untuk tahun ini, Kemenkeu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,4 persen sampai dengan satu persen.Sementara tahun depan, baik Kemenkeu maupun PT SMI sama-sama memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali positif. Jika Kemenkeu antara 4,5 persen sampai 5,5 persen, maka PT SMI memperkirakan 4,6 persen sampai 5,1 persen pada 2021.

Meski begitu, PT SMI menilai dampak pandemi covid-19 lebih berdampak pada ekonomi di negara-negara maju. Hal ini sebagaimana yang terjadi di Singapura, yang mengalami resesi setelah perekonomiannya mengalami pertumbuhan negatif selama dua kuartal berturut-turut.

“Kalau di Indonesia itu diproyeksikan pertumbuhan ekonominya minus tapi masih relatif masih memiliki daya tahan dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Mengapa? Karena Indonesia yang dominan perekonomiannya itu sekitar 50 persen dikontribusikan oleh konsumsi domestik,” jelas dia.

Ketika terjadi resesi ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan tetap mampu bertahan. Perekonomian kuartal II yang diprediksi tumbuh negatif akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diharapkan mulai berbalik membaik di kuartal III.

“Perekonomian kuartal II Indonesia diperkirakan mengalami penurunan, tapi kuartal III diharapkan kuartal III akan meningkat kembali. Semoga saja bisa positif seiring dengan dibukanya kembali perekonomian secara bertahap tetapi tetap memegang atau taat kepada protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sumber: medcom.id

Related Posts