Mitra Pendanaan

PT SMI secara aktif menjalin kemitraan dengan bank/lembaga keuangan lokal dan internasional. Hal ini memungkinkan PT SMI untuk mengembangkan modal Pemerintah tanpa hanya mengandalkan pasar modal. Setiap institusi merupakan mitra yang berharga dan kami sangat terbuka untuk menjajaki lebih banyak kerjasama di masa depan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Asian Development Bank adalah bank pembangunan regional yang berkantor pusat di Filipina. PT SMI memperoleh pinjaman two-step dari ADB melalui Pemerintah Republik Indonesia, yang kemudian disalurkan ke anak perusahaan PT SMI, Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Agence Française de Développement (AFD) adalah bank pembangunan Prancis yang berfokus untuk memerangi kemiskinan dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan. AFD dan PT SMI menandatangani fasilitas pinjaman pada tahun 2015 dan 2020, dengan pemanfaatan khusus untuk proyek infrastruktur energi terbarukan dan efisiensi energi.

Bank Central Asia (BCA) adalah bank swasta terbesar di Indonesia. Pada Maret 2020, PT SMI dan BCA menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman pertama dalam mata uang Rupiah untuk mendukung kegiatan PT SMI dalam pembiayaan proyek infrastruktur.

Bank of China (BOC) adalah salah satu bank komersial milik negara terbesar di Tiongkok. PT SMI dan BOC menandatangani fasilitas pinjaman Rupiah pada tahun 2019. Tujuan pinjaman ini adalah untuk mendukung PT SMI dalam pembiayaan proyek infrastruktur.

CTBC adalah salah satu bank milik swasta terbesar di Taiwan. PT SMI menandatangani fasilitas pinjaman pertama dengan CTBC pada Desember 2019. Fasilitas Rupiah dimaksudkan untuk mendukung kegiatan pembiayaan PT SMI.

Danamon adalah bank terdaftar di Indonesia yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh MUFG Bank Ltd dan merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia. Pada Juni 2020, PT SMI menandatangani fasilitas pinjaman Rupiah dengan Danamon. PT SMI juga memiliki fasilitas USD dari Danamon yang sebelumnya dialihkan dari MUFG.

DBS adalah bank terbesar di Asia Tenggara berdasarkan aset. Berkantor pusat di Singapura, beroperasi di 18 pasar, termasuk Indonesia. PT SMI menandatangani fasilitas revolving credit dalam Rupiah dengan DBS pada awal tahun 2020. Ini adalah fasilitas pertama yang ditandatangani dengan DBS.

HSBC adalah salah satu bank terbesar di dunia, yang berkantor pusat di Hong Kong. PT SMI menandatangani fasilitas pinjaman pertama dengan HSBC pada kuartal terakhir tahun 2019. Fasilitas Rupiah tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pembiayaan PT SMI.

Mandiri merupakan bank terbesar di Indonesia berdasarkan total aset. PT SMI dan Mandiri menandatangani perjanjian pada tahun 2017, untuk fasilitas pinjaman USD untuk mendukung kegiatan pembiayaan PT SMI.

Maybank, yang berkantor pusat di Malaysia, adalah salah satu bank terbesar di Asia Tenggara. Pengoperasiannya berfokus di Malaysia, Singapura, dan Indonesia. PT SMI dan Maybank Indonesia menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman USD pada tahun 2018, yang juga mencakup fasilitas lindung nilai syariah.

MUFG Bank, Ltd adalah bank terbesar di Jepang dan salah satu bank terbesar di dunia. PT SMI dan MUFG Bank, Ltd menandatangani fasilitas pinjaman USD dan fasilitas pinjaman JPY terstruktur pada tahun 2018 untuk mendukung pembiayaan proyek infrastruktur PT SMI. Fasilitas pinjaman pertama dengan MUFG Bank, Ltd ditandatangani pada tahun 2016.

Permata Bank adalah salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Kerjasama pertama ditandatangani PT SMI dan Permata Bank pada Juni 2020. Fasilitas pinjaman Rupiah yang diberikan ditujukan untuk mendukung kegiatan pembiayaan PT SMI.

United Overseas Bank adalah salah satu bank terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 500 kantor di 19 negara. PT SMI dan UOB Indonesia menandatangani fasilitas pinjaman USD pada tahun 2017 dan 2018 dan fasilitas revolving credit Rupiah pada tahun 2018.

Bank Dunia merupakan lembaga keuangan internasional yang berkantor pusat di Washington D.C. PT SMI memperoleh pinjaman two-step dari Bank Dunia melalui Pemerintah Republik Indonesia, yang kemudian disalurkan ke anak perusahaan PT SMI, Indonesia Infrastructure Finance (IIF).