siaran-pers     November 24, 2020

Komitmen PT SMI dan Climate Bonds Initiative Mendukung Keberlangsungan Infrastruktur Hijau di Indonesia

Jakarta, 24 November 2020 – Edwin Syahruzad, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) dan Justine Leigh-Bell, Deputy CEO & Director of Market Develoment Climate Bond Initiative (“CBI”) menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama (MoU) dan Perjanjian Kerahasiaan (NDA) di Jakarta pada 24 November 2020. Tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk mempromosikan; 1)pipeline proyek infrastruktur yang menawarkan solusi iklim dan berwawasan lingkungan ke institutional investor, 2)mengadakan program capacity building untuk para calon emiten obligasi hijau (“Green Bond”) dan pelaku bisnis investasi hijau, 3) sekaligus mendorong perkembangan pasar Green Bond di Indonesia.

Indonesia membutuhkan pendanaan sejumlah USD18,5 miliar per tahun untuk mencapai target iklim dan mendukung stimulus hijau yang ditetapkan dalam periode 2020-2024. Sektor swasta dan pendanaan internasional memiliki peran yang sangat penting untuk membantu Indonesia mencapai target iklim tersebut melalui instrumen-instrumen finansial, seperti green bonds, green loans, dan green sukuk.

Menurut laporan CBI di Green Infrastructure Investment Opportunities – GIIO tahun 2019, disebutkan bahwa Indonesia sangat berkesempatan untuk memiliki pipeline infrastruktur hijau yang sangat besar serta terbuka untuk dibiayai dengan menggunakan instrumen-instrumen pembiayaan berwawasan lingkungan. Hingga kini, Indonesia sudah mengeluarkan 6 (enam) Green Bond dan Sukuk Hijau dengan total nilai USD3,7 miliar.

Salah satu Green Bond yang diterbitkan adalah milik PT SMI sebagai Special Mission Vehicle (“SMV”) Kementerian Keuangan dengan nilai Rp500 miliar atau USD34,9 juta. Langkah ini membuat PT SMI menjadi pionir pembiayaan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Green Bond yang diterbitkan PT SMI tersebut merupakan salah satu obligasi di Indonesia yang mengikuti standar Green Bond Principle, dan ASEAN Green Bond Standard. Dana yang terhimpun dari diterbitkannya Green Bond PT SMI tersebut digunakan untuk membiayai ulang (re-finance) Light Rail Transit (LRT) serta dua proyek Mini Hydro Tunggang Bengkulu di Provinsi Bengkulu dan Mini Hydro Lubuk Gadang di Provinsi Sumatera Selatan.

Edwin Syahruzad, Direktur Utama PT SMI mengatakan “Sebagai pelaksana mandat dari Kementerian Keuangan, PT SMI memiliki tujuan memajukan perekonomian, memberikan manfaat sosial untuk masyarakat, mendukung pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SGDs) dan melakukan mitigasi perubahan iklim, sekaligus berperan sebagai sustainability promotor dalam hal  pendalaman pasar keuangan hijau di Indonesia sehingga mendorong lebih banyak lagi emiten yang akan memanfaatkan instrument pasar modal melalui penerbitan Green Bond di Indonesia.”

“Pembangunan yang berkelanjutan penting bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk dunia, demi menciptakan dunia yang benar-benar kita inginkan agar dapat kita warisi untuk anak-anak kita di kemudian hari. PT SMI dan Climate Bonds Initiative akan bekerja sama untuk mendorong masa depan yang berkelanjutan,” demikian menurut Sean Kidney, CEO CBI.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung pemulihan hijau dan investasi rendah karbon, seperti yang ditegaskan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati di High Level Opening Dialogue of Green Climate Fund Private Investment for Climate Conference. Beliau berkata “Saya percaya bahwa implementasi green recovery akan menjadi pendorong transformasi ekonomi dunia, dan Indonesia akan terus melanjutkan komitmennya untuk mengurangi emisi karbon, untuk mencapai a climate resilient-nation. Para pembuat kebijakan harus melihat secara lebih dekat mengenai paket pemulihan dari perspektif strategi jangka panjang untuk membangun ekonomi secara berkelanjutan.”

-selesai-


Tentang PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) yang didirikan pada tanggal 26 Februari 2009 adalah Badan Usaha Milik Negera di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). PT SMI berperan dan memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

PT SMI memiliki berbagai fungsi dan produk/fitur unik untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan baik swasta maupun multilateral. PT SMI aktif mendukung pelaksanaan KPBU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

PT SMI memiliki tiga pilar bisnis yaitu (1) Pembiayaan dan Investasi, yaitu pembiayaan terhadap proyek-proyek infrastruktur, (2) Jasa Konsultasi yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur serta (3) Pengembangan Proyek yaitu membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur.

Informasi lebih lanjut:

Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary

Dian Rufal
Communications & CSR Lead

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax.: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

 

Tentang Climate Bonds Initiative

Climate Bonds Initiative adalah organisasi nirlaba global yang berorientasi pada investor, dengan misi untuk mendorong investasi rendah karbon. Climate Bonds Initiative melakukan advokasi untuk menciptakan pasar untuk obligasi hijau, melakukan analisa kebijakan keuangan berkelanjutan untuk sektor publik dan pemerintah, dan menjalankan praktik Standar & Sertifikasi untuk obligasi hijau. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.climatebonds.net.

Tentang Laporan Green Infrastrstructure Investment Opportunities (GIIO): Laporan Kesempatan Investasi Infrastruktur Hijau (GIIO) yang diterbitkan oleh  Climate Bonds Initiative bertujuan untuk mengidentifikasi dan menunjukkan banyaknya kesempatan investasi infrastruktur hijau, di seluruh dunia, tetapi terutama di wilayah emerging markets. Laporan GIIO Indonesia diterbitkan bulan Mei 2018, dan diperbarui di tahun 2019. Laporan GIIO Vietnam diterbitkan di bulan April 2020. Laporan GIIO Filipina dijadwalkan untuk terbit akhir tahun ini.

Informasi lebih lanjut:

Andrew Whiley
Head of Communications & Media,
Climate Bonds Initiative (London)
+44 (0) 7914 159 838
Andrew.Whiley@climatebonds.net

Nabilla Gunawan
ASEAN Programme Analyst
Climate Bonds Initiative
+62 (0) 811 9890 068
Nabilla.gunawan@climatebonds.net

Related Posts