siaran-pers     December 26, 2020

PT SMI Semakin Kukuhkan Langkah Sebagai Bank Pembangunan

Jakarta, 25 Desember 2020 – Di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi yang melanda akibat pandemi Covid-19, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“Perseroan” atau “PT SMI”) semakin mengukuhkan langkahnya untuk berperan sebagai bank pembangunan di Indonesia (Development Financial Institution/ Development Bank). Hal ini tercermin dari rencana kerja PT SMI tahun 2021, dimana PT SMI diamanatkan oleh Pemerintah untuk menjadi salah satu entitas kunci dalam rangka pemulihan ekonomi nasional termasuk dalam hal ini membantu pemulihan ekonomi daerah dan dukungan untuk melanjutkan pembangunan infastruktur sebagai salah satu kunci pemulihan ekonomi.

Selain daripada itu, PT SMI dalam tahun 2021 terus melanjutkan dukungan dalam melakukan pembangunan proyek-proyek strategis di Indonesia melalui berbagai skema dan inovasi pembiayaan (termasuk diantaranya adalah pembiayaan bagi pembangunan hijau) serta terus mendorong pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). PT SMI akan terus melanjutkan inovasi dalam penerapan skema blended finance melalui platform SDG Indonesia One (SIO) untuk mendukung pencapaian SDG di Indonesia dengan menggabungkan berbagai sumber dukungan untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam uraian manajemen PT SMI pada Rapat Umum Pemegang Saham Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2021 (“RUPS RKAP 2021”) yang telah dilaksanakan pada tanggal (16/12).

Dalam mendukung pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (“PEN”), PT SMI telah diperluas mandatnya melalui PP No. 53/2020. Hal ini ditujukan agar PT SMI dapat lebih optimal dalam melaksanakan penugasan program PEN penyaluran fasilitas pinjaman daerah (“PEN DA”) dan pelaksanaan penugasan program Investasi Pemerintah untuk pemulihan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdampak pandemi Covid-19 (“Investasi Pemerintah – IP PEN” atau “IP PEN”). Perluasan mandat tersebut telah memberikan nilai tambah bagi PT SMI yang dinilai memiliki kemampuan untuk berperan dalam penugasan dua program PEN tersebut.

Pelaksanaan PENDA dilakukan melalui penerusan pinjaman dari Pemerintah kepada PT SMI yang diteruspinjamkan kepada Pemerintah Daerah (“Pemda”). Sedangkan untuk pelaksanaan IP PEN dilakukan dimana PT SMI menjadi wakil pemerintah dalam penatakelolaan investasi non permanen yang dilakukan Pemerintah kepada BUMN terdampak pandemi Covid-19. Hingga November 2020, dalam pelaksanaan program PENDA, PT SMI telah memproses dan menyetujui fasilitas pinjaman dengan total komitmen sebesar Rp 10,65 Triliun kepada 21 wilayah/ daerah di Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19. Disisi lain dalam pelaksanaan penugasan program penyelamatan BUMN, PT SMI telah melaksanakan penatakelolaan fasilitas Investasi Non Permanen Pemerintah kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) senilai Rp 3,5 Triliun, dan segera menyusul setelahnya adalah PT Garuda Indonesia (“GIAA”) dan PT Krakatau Steel (“KRAS”) yang saat ini sedang dalam proses menuju penetapan atas hasil kajian usulan dari kedua BUMN tersebut.

Melalui kepercayaan yang telah diberikan pemerintah, serta inovasi yang terus dilakukan oleh PT SMI, maka rencana kerja dan proyeksi keuangan Perseroan tahun 2021 akan terus meningkat dan bertumbuh. Outstanding pembiayaan diproyeksikan meningkat di tahun 2021 sebesar 42%, dari yang sebelumnya Rp 73,99 Triliun di tahun 2020 menjadi Rp 105,12 Triliun, pertumbuhan ini berada di atas kisaran pertumbuhan kredit yang diproyeksikan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan berturut-turut sebesar 9%-11%, 5-6%, dan 8,24%, serta lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional yaitu sebesar 5-6%.

Pada RUPS RKAP 2021 juga disampaikan highlights proyeksi meningkatnya beberapa pos kinerja keuangan Perseroan tahun 2020. Pendapatan Usaha tahun 2020 diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 6,21% dari Rp 5,19 Triliun di tahun 2019 menjadi Rp 5,52 Triliun di tahun 2020 yang diikuti dengan proyeksi peningkatan laba bersih sebesar 3,03% dari Rp 1,7 Triliun menjadi Rp 1,76 Triliun. Selain peningkatan di figur-figur rugi laba, PT SMI juga mencatatkan peningkatan beberapa figur keuangan pada neraca, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas. Aset diproyeksikan tumbuh sebesar 34,77% dari Rp 75,82 Triliun di akhir 2019 menjadi Rp 102,18 Triliun di akhir 2020. Liabilitas diproyeksikan tumbuh 66,31% dari Rp 38,96 Triliun menjadi Rp 64,8 Triliun, serta ekuitas yang turut diproyeksikan meningkat 1,42% dari Rp 36,85 Triliun menjadi Rp 37,38 Triliun.

Proyeksi Return on Asset (ROA) di tahun 2020 mampu membuktikan kinerja PT SMI yang selalu memenuhi harapan Pemegang Saham serta kemampuan Perseroan dalam mengelola modal yang diberikan agar mampu memberikan kontribusi pencapaian pendapatan dan profitabilitas yang optimal. PT SMI mampu mengkombinasikan modal yang dimiliki sekaligus mengkombinasikan pengelolaannya dengan sumber pendanaan lainnya yang berasal dari Obligasi dan Pinjaman Sindikasi.

Selanjutnya, optimisme dalam menghadapi tahun 2021 pastinya juga akan diiringi dengan berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh PT SMI. Oleh karena itu, PT SMI telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk terus mendukung keberlangsungan usaha sebagaimana yang telah dimandatkan. Contohnya dalam penyaluran dana PENDA, PT SMI telah menjalin kerja sama dengan lembaga penegak dan pengawas hukum untuk mencegah potensi penyelewengan dalam pengelolaan dana PEN tersebut. Selain itu, PT SMI juga berupaya menjaga kepercayaan publik melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyesuaian pada struktur organisasi, serta mekanisme Whistle Blowing System (WBS) sebagai sarana pelaporan bagi masyarakat untuk melaporkan adanya perilaku atau tindakan yang melanggar kode etik yang dilakukan oleh karyawan PT SMI.

Dalam rangka mendukung berbagai rencana kerja pemerintah, PT SMI sebagai Special Mission Vehicle (“SMV”) Kementerian Keuangan terus berkomitmen untuk menjadi ecosystem enabler dalam setiap pilar bisnisnya. PT SMI juga berkomitmen untuk terus menjadi sustainability promotor, sehingga dapat mendukung pencapaian pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dengan terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik dalam skala nasional maupun internasional. Tidak hanya dari sisi bisnis, Perseroan juga berkomitmen untuk senantiasa mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dalam kegiatan operasionalnya serta tunduk pada peraturan yang berlaku.

 

-selesai-

 


Tentang PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) yang didirikan pada tanggal 26 Februari 2009 adalah Badan Usaha Milik Negera di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). PT SMI berperan dan memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

PT SMI memiliki berbagai fungsi dan produk/fitur unik untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan baik swasta maupun multilateral. PT SMI aktif mendukung pelaksanaan KPBU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

PT SMI memiliki tiga pilar bisnis yaitu (1) Pembiayaan dan Investasi, yaitu pembiayaan terhadap proyekproyek infrastruktur, (2) Jasa Konsultasi yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur serta (3) Pengembangan Proyek yaitu membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur.

 

Informasi lebih lanjut:

Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary

Dian Rufal
Communications & CSR

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax.: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

 

Unduh Siaran Pers

Related Posts